Daftar Blog Saya

Minggu, 27 September 2015

Identifikasi perangkat lunak komputer

Mengidentifikasi Perangkat Lunak ( Software )


PERANGKAT LUNAK ( SOFTWARE )
Nama lain dari Software disebut juga dengan perangkat lunak. Seperti namanya itu,
perangkat lunak, sifatnya pun berbeda dengan hardware atau perangkat keras,
jika perangkat keras adalah komponen yang nyata yang dapat diliat dan disentuh oleh 
manusia, maka software atau Perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara
fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda tapi
kita bisa mengoperasikannya. Atau Pengertian Software adalah sekumpulan data 
elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh 
komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu 
perintah. melalui sofware atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat 
menjalankan suatu perintah.
Yang termasuk katagori Software adalah :
A. Sistem Operasi
B. Program Aplikasi

Pengertian Sistem Operasi : adalah. perangkat lunak yang bekeja sebagai media
perantara antara pengguna/pemakai dengan perangkat keras atau komputer.
Adapun Sistem operasi tersebut bersifat :
- Multiuser : dapat digunakan oleh banyak user
- Multitasking : dapat melakukan banyak tugas
Sistem operasi terbagi menjadi dua klasifikasi :
1. Sistem operasi berbasiskan teks.
Merupakan sistem operasi yang menggunakan  teks sebagai sistem. Ada beberapa contoh 
dari sistem operasi berbasiskan teks, yaitu : 
- Unix
- OpenBSD
- FreeBSD
Hasil gambar untuk unix
2. Sistem operasi berbasiskan Unit grafis antar muka ( GUI / Graphic Unit Interface ).
Merupakan sistem operasi yang berbasiskan gambar atau grafis unit antar muka, Ada 
beberapa contoh dari sistem operasi berbasiskan GUI, yaitu :
- Windows merupakan sistem operasi berbasis GUI (Graphical User Interface) yang 
dikeluarkan oleh Microsoft.
- Macintosh
 pertama dikeluarkan pada bulan Januari 1984 sangat mudah digunakan
(user friendly) dibandingkan dengan yang lainnya. Versi terakhir yang dikeluarkan 
Macintosh sistem operasi yaitu sistem X yang digunakan di Apple iMac Desktop 
ataupun Apple Notebook.
- Linux pertama kali dikeluarkan tahun 1991 oleh Linus Torvald. Linux ini merupakan
salah satu varian dari Sistem Operasi Unix. Linux Generasi I merupakan Sistem Operasi
berbasis Teks. Setelah Linux berkembang pesat karena sifatnya open source, maka 
Linux saat ini telah berbasiskan graifs sebagai antar mukanya. Dan Linux itu terdiri dari
beberapa distribusi (distro / Pengembang) :
- Solaris Operating Sistem terbaru yang berbasis GUI produki SUN Micro System
-UBUNTU
-MANDRAKE
-OPEN SUSE
-FEDORA CORE
-IGOS
dan sebagainya


Beberapa contoh distro linux di bawah ini :
Perangkat lunak aplikasi :
Merupakan perangkat yang berfungsi untuk melakukan berbagai bentuk tugas pekerjaan,
seperti aplikasi perkantoran seperti pengolah kata, lembar sebar, presentase, pengolahan
halaman web hingga perangkat media player atau multimedia dan sebagainya, hal ini sudah
berkembang sejak sistem operasi tersebut dikembangkan.
Perangkat lunak aplikasi terdiri dari :
1. Program Aplikasi Perkantoran :
Merupakan suatu program yang berfungsi untuk pekerjaan perkantoran, Contohnya :
Microsoft Office : Word ( Pengolah Kata ), Excel ( Spreadheet ), Acces ( Basis Data,
Power Point ( Presentasi ).
2. Program bantu (Utility)
Merupakan suatu program yang berfungsi untuk membantu sistem operasi seperti yang
dijelaskan diatas, seperti, antivirus, defragmenter, format disket, periksa sistem dan
sebagainya. 
Hasil gambar untuk ANTI VIRUS
3.Aplikasi Desain Grafis dan Animasi
Merupakan suatu program yang berfungsi untuk mendesain grafis seperti membuat poster,
Core Draw.banner,: Adobe Photoshop, Macromedia Flash, Adobe 
Ilustrator,
4. Bahasa Pemrograman
Merupakan suatu aplikasi yang berguna mengkonversi perhitungan yang bersifat
matematis menjadi suatu aplikasi. Sebagai contoh bahasa
 pemrograman Bahasa BASIC, COBOL, C++ dan sebagainya.
Dan banyak lagi Progam Aplikasi yang dibuat untuk keperluan khusus misalnya untuk 
Progam Game, Media Player, dll.




http://yhasierthajajhiend.blogspot.co.id/

Rabu, 16 September 2015

Perkembangan Radio

                                   SEJARAH RADIO DAN PERKEMBANGANNYA





Hasil gambar untuk perkembangan radio

            Radio adalah sebuah alat komunikasi yang di gunakan untuk menyampaikan suatu informasi namun hanya dengan audionya saja atau hanya melalui suara. Radio juga merupakan salah satu media massa yang memiliki karakteristik cepat dalam menyampaikan pesan, memiliki jangkauan yang luas atau dalam arti tidak mengenal medan, tidak terikat waktu, ringan dan dapat dibawa kemanapun, murah dan tidak memerlukan banyak konsentrasi karena radio hanya untuk didengarkan.Radio merupakan salah satu teknologi telekomunikasi yang bersifat Nirkabel. Penyebaran informasi radio bukan melalui kabel melainkan melalui gelombang elektromagnetik.
          Frekuensi radio mengacu kepada spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena. Frekuensi seperti ini termasuk bagian dari spektrum seperti dalam tabel di bawah ini. Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik atau dengan arti lain A dynamical theory of the electromagnetic. Dan pada tahun 1860, Duke of Devonshire menghadiahkan sebuah institut riset baru dalam bidang eksperimental kepada Universitas Camridge dan yang terpilih sebagai ketua pertama adalah James Clerk Maxwell.
  • PENEMU RADIO DAN BIOGRAFINYA
Add caption
          Guglielmo Marconi lahir di tahun 1874 di Bologna, Dia tercatat sebagai Penemu radio Pertama kali.Guglielmo Marconi (lahir 25 April 1874 – meninggal 20 Juli 1937 pada umur 63 tahun) adalah seorang insinyur listrik Italia dan peraih hadiah Nobel, terkenal setelah mengembangkan suatu sistem telegrafi tanpa kabel yang dikenal sebagai "radio".Guglielmo Marconi (1874-1937) Lahir pada tahun 1874 di Bologna, Itali. Penemu radio ini dapat pendidikan privat dari seorang guru. Tahun 1894 tatkala usianya menginjak dua puluh, Marconi baca percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Heinrich Hertz beberapa tahun sebelumnya. Percobaan-percobaan ini dengan gamblang mendemonstrasikan adanya gelombang elektromagnetik yang tak tampak oleh mata, bergerak lewat udara dengan kecepatan suara. 
          Lalu Maxwell menghasilkan sebuah teori yang mengatakan bahwa gelombang elektromaknetis merambat dari ujung yang satu ke ujung yang lain dengan kecepatan cahaya. Setelah Maxwell meninggal dunia pada tahun 1887, Hertz menyusun suatu mesin induksi di salah satu sudut laboratoriumnya. Di sudut lainya, ia membuat suatu resonator, yang terbuat dari cincin kawat konduktor yang berbentuk bola dengan jarak celah kira-kira beberapa milimeter.Pada zaman dahulu radio lebih banyak di gunakan oleh para maritim untuk mengirimkan pesan dari kapal yang satu ke kapal yang lain, selain itu radio juga di gunakan untuk mereka yang berperang sebagai alat pemberi informasi. Berbeda sangat jauh dengan sekarang, di zaman yang semakin modern ini radio lebih banyak di gunakan sebagai penghibur masyarakat mulai dari siaran tentang music hingga drama audio yang di lakukan oleh para penyiar radio.
Hasil gambar untuk contoh gelombang radio
Add caption

Gelombang radio yang di gunakan di zaman modern ini sangatlah terbatas FM ataupun AM yang sifatnya analog. Namun bukan hanya bersifat analog saja ada juga gelombang radio yang bersifat digital yaitu siaran radio dengan media internet.
Radio sebagai teknologi komunikasi tidak dapat melepaskan perannya sebagai telekomunikasi yang memang fungsinya sebagai pemberi informasi yang selalu up todate tentang berita berita terkini, namun radio juga berfungsi sebagai penghibur media massa berupa music music yang menghibur serta para penyiar yang memang memiliki sifat yang humoris,sehingga bila sedang dalam perjalanan jauh dalam mobilpun kita bisa terhibur dengan adanya radio. Itulah peran komunikasi dalam radio.

Apa sih konsep yang ada dalam radio? Bukankah semua konsep yang ada dalam komunikasi tidak ada hubungannya dengan radio? Toh radio hanya sebuah alat penyampaiannya saja. semua itu salah semua yang berhubungan dengan komunikasi pasti akan berhubungan dengan konsep yang ada dalam komunikasi tersebut. Radio memang benar hanya sebuah alat yang di gunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi itulah yang di sebut dengan channel dalam konsep komunikasi. Selain itu tidak mungkin sebuah radio bisa di gunakan jika tidak source dalam komunikasi tersebut. Source yang di maksud dalam komunikasi tersebut adalah seorang penyiar yang menyiarkan informasi untuk kita pendengarnya atau yang kita kenal dengan konsep komunikasi sebagai receiver. Selain itu semua yang bersifat komunikasi pasti akan meninggalkan sebuah messages bagi para receiver namun karna komunikasi yang di lakukan bukan hanya dengan satu orang saja messages yang di sampaikan kadang menimbulkan sebuah effect bisa itu effect negative maupun effect positive.

Apa sih peran radio dalam komunikasi? Peran radio dalam komunikasi sebenarnya sangatlah banyak, karena radio banyak digunakan sebagai sarana penyampai informasi bagi masyarakat luas. Selain menyebarkan berita – berita yang berwawasan radio juga banyak menyebarkan berbagai macam lelucon, memang akhir akhir ini banyak lelucon yang berbau ponografi dalam radio namun ini semua tidak di siarkan pada siang hari, namun di siarkan pada tengah malam untuk menghindari anak kecil yang memang rata rata beraktfitas pada pagi hari. Itu lah peran radio dalam komunikasi ada yang mendidik ada juga yang menghibur.

Yang terakhir saya akan membahas tentang bagaimana perkembangan radio itu sendiri di Indonesia. Radio di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan, namun pada zaman dahulu radio di Indonesia di gunakan hanya untuk memberikan suatu informasi tentang perkembangan dan keberadaan penjajah yang lain. Semenjak itulah radio mulai berkembang pesat di Indonesia. Setelah hilangnya zaman penjajahan radio tetap di gunakan sebagai media hiburan dan di gunakan pula sebagai media informasi untuk mengetahui tentang perkembangan zaman. Mungkin pada saaat itu televisi sudah ada namun bagi mereka radio lebih simple atau lebih praktis untuk di bawa kemana mana, berbeda dengan televisi yang memang harus di gunakan di tempatnya saja. semakin berkembangnya zaman radio masih tetap di gunakan dan masih tetap populer di Indonesia. Namun semua mulai berubah yang tadinya radio hanya berisikan informasi informasi tentang daerah sekitar kini berubah menjadi hiburan yang banyak di minati oleh banyak kalangan di Indonesia. Apa lagi dengan mudahnya membuat channel channel dalam radio semakin membuat banyak kalangan ingin mencari keuntungan kerja di dunia radio. Selain sebagai sarana informasi radio juga bisa di gunakan sebagai sarana hiburan masyarakat. Tidak hanya sarana hiburan masyarakat saja, radio juga bisa di gunakan sebagai sarana mempromosikan Sesuatu yang semakin membuat banyak kalangan menyukai radio. Tidak hanya radio dengan sinyal analog saja yang banyak di minati sinyal digitalpun banyak di minati karena bagi mereka yang tidak mempunyai radiopun bisa menggunakan gadget mereka untuk membuka radio melalui situs online. Radio semakin populer dengan hadirnya penyiar penyiar yang memang humoris dan dapat membuat para pendengar radio mempunyai kepuasan tersendiri untuk menikmati acara acara dalam radio tersebut. Apalagi kini di Indonesia radio tidak hanya berbentuk radio besar yang berat tapi juga ada model radio yang mini yang mungkin bisa di bawa kemana mana hanya dengan mangantunginya saja, tidak hanya radio yang bisa di bawa kemana mana saja yang ada. Radio yang berada di dalam kendaraan pribadipun terkadang menjadi salah satu media yang menghibur dala perjalanan.
 Perkembangan Radio Streaming Indonesia sudah sangat berkembang, Radio yang berbentuk digital ini disebut juga dengan Radio Internet karena untuk mengakses Radio streaming harus menggunakan media Internet. Jangkauan Radio streaming sangat luas karena bersifat global, berbeda dengan Radio konvensional yang jangkauan nya terbatas karena menggunakan antena untuk mencapai jangkauan sinyal. Dewasa ini telah banyak Radio swasta di indonesia yang menggunakan Radio streaming sebagai media siar mereka. Dengan ada nya Radio streaming tidak ada lagi masalah jarak dan waktu untuk mendengarkan siaran Radio yang ingin di dengarkan. Pengelolah bisnis Radio lokal dapat beralih pada bisnis Radio streaming karena lebih mudah dikenal dan jangkauan yang disiarkan oleh radio streaming lebih luas. 
  • Sejarah Singkat Mengenai Radio
Asal mula adanya sebuah radio didasari oleh sebuah penemuan-penemuan di bidang fisika pada Abad XIX M. Gaglieso Marconi, ilmuwan Italia, diakui sebagai “penemu pesawat radio”.  Pada awal tahun 1890-an beliau mempelajari ilmu- ilmu dasar temuan para ilmuwan sebelumnya dan berusaha mengembangkan dan menerapkannya. Hasilnya, peralatan transmitter (pengirim) dan receiver ciptaannya tersebut mampu mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa kawat.

Pada tahun 1918, Edwin H Amstrong dari Universitas Kolombia mengembangkan alat penerima gelombang radio, yang biasa disebut Super heterodyne circuit. Pada 1933 Amstrong memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada. Namun, ia keburu meninggal dunia sebelum sempat melihat bagaimana kesuksesan penemuaannya sekarang ini.
Teknologi radio sebagai media siaran umum mulai dikenal setelah peristiwa tenggelamnya kapal pesiar mewah Titanic pada 1912. Penderitaan para penumpang tersebut diceritakan melalui media ini. Sehingga menimbulkan penghargaan khalayak terhadap media radio, yang kemudia dikenal sebagai telegram tanpa kabel (wireless telegraph). Baru pada tahun 1920an. Media tanpa kabel ini dikenal dengan nama “radio” (Olii, Helena, 2006)
  • Mekanisme penyiaran radio
Hasil gambar untuk mekanisme penyiaran radio
 

sejarah tv dan perbedaan tv digital dan analog


Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele ("jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.” (Wikipedia)
Televisi sudah menjadi barang yang wajib dimiliki, Setiap kalangan sampai ke pelosok negeri telah mengenal media yang satu ini karena memiliki jangkauan yang luas. Fungsi dari Televisi juga sangat beragam, seperti sumber informasi, kontrol sosial, media edukasi, sampai media hiburan.
Perkembangan Televisi pun sangat pesat. Teknologi yang digunakan pada televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama. Berikut ini adalah perkembangan televisi dari masa ke masa.
Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, Televisi mengambil alih perhatian lebih banyak dibandingkan dengan radio.
Di akhir tahun 1950, Sebagian besar orang memiliki Televisi yang kebanyakan masih menggunakan televisi hitam putih meskipun pada saat itu televisi berwarna sudah ada.
Pada Tahun 1967 semakin populernya televisi sehingga sudah ada banyak siaran TV berwarna.
Tahun 1970-an Televisi semakin berkembang dengan diperkenalkannya teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1980-an Televisi kabel (TV Cable) semakin populer dan menyebar dengan cepat.
Pada tahun 1996 sudah ada 1 juta televisi yang tersebar di seluruh dunia.
Sudah banyak pilihan televisi pada tahun 1990-an yang sangat beragam. Televisi yang menggunakan teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layar adalah televisi yang paling banyak ditemukan.
Kemudian TV Rear Projection CRT memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar kedalam satu kotak yang nantinya proektor akan memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.
Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Dengan bentuknya yang ramping membuat televisi ini menjadi sangat populer saat itu.
TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran. TV ini mengirimkan cahaya langsung melalui rangkaian polarizer (sejenis cahaya filter yang digunakan untuk mengatur gelombang cahaya ke jalur tunggal untuk refleksi) sebelum diperbesar dan diproyeksikan ke layar. Meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal.
TC LCD juga ikut berkompetisi pada tahun akhir 1990-an. TV jenis ini memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan TV plasma dan juga lebih hemat energi.
Pada tahun 1998, HDTV mulai diluncurkan. TV jenis ini dapat menghasilkan gambar dan suara yang sangat jernih.
Pada tahun 1999, diluncurkan DVR (Digital Video Recorder) diluncurka untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi ke dalam hard drive.



TV LED berbasis DLP HDTV pertama di produksi pada tahun 2006. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari aluminium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar. TV ini lebih murah dibandingkan dengan TV plasma ataupun TV LCD.
Kemudian TV Plasma tersedia dengan kualitas HD (High Definition). Salah satunya TV Plasma dengan ukuran layar 150 inch
Pada tahun 2007, Apple meluncurkan Apple TV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program televisi, Film, Video Youtube dan masih banyak lagi.
Kemudian Microsoft inc. memberikan pilihan Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik dan foto dari komputer ke TV.
Bahkan TV juga dapat masuk ke dalam video game, Seperti Xbox 360. Dengan menggunakan Netflix memungkinkan streaming video dan acara TV favorit dari Xbox 360.
Dan yang paling baru saat ini adalah TV dengan teknologi 3D. TV 3D menjadi sangat populer saat ini karena selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih TV jenis ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi sehingga seolah olah gambar yang dihasilkan nyata dan berada tepat didepan penontonnya. 
Itulah perkembangan televisi dari masa ke masa. Jika melihat beberapa dekade ka belakang Perkembanga televisi sangat terasa dari pertama kali ditemukannya hingga sekarang. Seperti apa Televisi pada 10 atau 20 tahun mendatang? kita lihat saja perkembangannya karena teknologi televisi akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman.


televisi ini ditemukan pada tahun1935...Tampilan screen televisi pertama mempunyai mesin kecil dengan disk yang berputar dan sebuah lampu neon, yang saling bekerjasama untuk memberikan gambar remang2 yang berbentuk setengah dari ukuran kartu nama!! Pada masa ini disebut juga dengan istilah “Mechanical Television Era”. 


televisi ini digunakan pada tahun 1935 – 1941
Pada masa ini, sejarah televisi meliputi bahan-bahan yang berkaitan dengan televise, seperti tahun 1939 yaitu pada Pekan Raya Dunia yang berlangsung singkat dan ganjil dan akhirnya tidak sesuai/pas dengan kategori yang sudah tersedia.
 


Masa Perang : Pada masa ini, siaran televise dunia dibatasi atau diberhentikan seluruhnya. Negara yang sangat drastis terkena dampaknya adalah Inggris, yang siaran televisinya dimatikan sejak September 1, 1939 sampai Juni 7, 1946. Kurang lebih 19.000 televisi dioperasikan di London pada waktu itu. Di Amerika Serikat, siaran iklan tidak terkena dampaknya hingga tahun 1942.


televisi ini dipakai setelah selesai perang dunia ke dua


1950-1959 : merupakan periode yang menggembirakan bagi dunia pertelevisian. Di Amerika, Televisi B &W meledakkan inovasi baru dalam abad itu, yaitu televise berwarna elektronik dan remote controlnya yang diluncurkan, public menjadi saksi mata beberapa gaya yang diubah dan pengenalan dari transistor televise. Pada masa ini, televise mengakibatkan anak kecil menjadi anak remaja yang mulai berpikir dan mencari tahu 


dan pada saat ini lah perkembangan televisi sudah sangat maju... televisi-teleivisi yang pertama seperti almari sekarang sudah setipis kertas.
bahkan ada pula yang di letakan di tembok...

TV Digital vs TV Analog

TV DIGITAL DAN TV ANALOG
1. Pengertian TV Digital dan TV Analog
  • TV Digital
Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV)atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio dan data ke pesawat televisi. TV Digital bukan berarti pesawat televisinya yang digital, namun lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. TV digital memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di
  • TV Analog
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.
Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap gangguan (noise) dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code ).
2. Perbedaan TV Digital dengan TV Analog.
Di Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat bahwa teknologi televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal frekuensi dibandingkan teknologi analog yang selama ini dipergunakan. Berdasarkan master plan televisi yang tengah disusun, pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal frekuensi. 10 kanal frekuensi kini telah dialokasikan bagi televisi swasta yang telah beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk televisi lokal, dan dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi digital harus banyak melakukan adaptasi terhadap jangkauan yang telah dapat dicapai oleh televisi analog. Penerapan siaran TV digital sebagai pengganti TV analog pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu batas waktu cut-off TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di kota besar dan 2020 secara nasional).
Wilayah layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T sama dengan wilayah layanan TV analog UHF sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 76 Tahun 2003. Alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing – masing kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal lain digunakan di wilayah – wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi). TV digital, katanya, memang menuntut keterlibatan banyak pihak, di antaranya perusahaan seluler, sedangkan pemerintah berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan sebagai regulator.
Untuk menyusun strategi migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan membentuk Komisi Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan kalangan lembaga penyiaran. Pada 2004 diharapkan Komisi ini sudah terbentuk, sehingga sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat dilakukan.
Perbedaan mendasar antara TV Digital dengan TV Analog
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
3. Dampak yang timbul akibat adanya system siaran digital di Indonesia.
Saat ini populasi pesawat televisi tidak kurang dari 40 juta unit, dengan pemirsa lebih dari 200 juta orang, jauh lebih banyak dibandingkan dengan komputer, misalnya, yang hanya sekitar 5,9 juta unit. Terlihat bahwa penggemar televisi begitu banyak di Indonesia .
Televisi adalah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele (jauh) dan vision (tampak) jadi televisi memiliki arti dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi ini mampu mengubah peradaban dunia. Semua gambar televisi dibentuk oleh titik tunggal cahaya yang bergerak bolak-balik, depan-belakang atau atas-bawah, secara cepat pada layar televisi yang tak tampak oleh mata, sehingga yang terlihat hanyalah rangkaian gambar. Pada tahun 1884 Paul Nipkow mencetuskan ide tentang pemindaian gambar dengan cara memecahkanya ke dalam rangkaian titik cahaya yang bergerak secara linear menyeberangi sudut pandangan. Sinyal televisi bekerja seperti radio AM, terkecuali dalam penghubung pembawa frekuensi tinggi. Pada radio dari suara besar ke lembut sedangkan televisi dari terang ke gelap. Perangkat televisi disinkronisasikan dengan transmiter untuk menghasilkan pola yang tepat dari sebuah piksel yang akan ditempatkan pada layar. Televisi ditransmisikan dengan dua pita frekuensi, VHF (very high frequency) dan UHF (ultra high frequency), dan setiap saluran memiliki lebar pita keseluruhan mencapai 6 MHz. Jaringan televisi pertama menggunakan kabel coaxial dan teknologi gelombang mikro. Pada tahun 1970-an satelit menjadi standar dalam menghubungkan kabel dan jaringan penyiaran kepada afiliasi mereka dan untuk mentransmisikan berita lokal dan pergelaran olahraga ke kantor berita pusat. Saat ini, jaringan serat optik juga ikut digunakan.
Kemunculan televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah:
  • Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat.
  • Mahalnya perangkat transmisi dan operasional broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi. Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
  • Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
  • Bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini. Dan akses pada spektrum frekuensi
  • Bagaimanapun pada era penyiaran digital telah terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital, ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi menjadi semakin mudah dan terbuka
  • Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
  • Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Televisi di Indonesia telah menjadi alat penting baik untuk hiburan maupun untuk mendapatkan informasi. Baik televisi digital maupun analog dalam penyiarannya memiliki kesamaan yaitu memiliki dampak psikologis terhadap penontonnya. Dengan frekuensi menonton yang tinggi dan kualitas tontonan yang rendah akan berdampak buruk baik pada orang dewasa maupun pada pada anak – anak.
Sistem penyiaran TV Digital penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.
Dampak Penyiaran TV Digital
Dampak Positif
Banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
• Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
• Pengurangan terhadap efek noise,
• Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
• mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
• Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.

Dampak Negatif
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
• Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
• Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
• Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
• Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.

4. Bagaimana Pendapat tentang Prospek masa depan penyiaran televisi dikaitkan dengan adanya digitalisasi system siaran televisi
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari perpindahan TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna yang berbeda-beda.
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Kelebihan TV Digital
Televisi digital sudah bukan barang baru untuk saat ini. Walaupun begitu televisi digital bukan berarti pesawat TV-nya yang Digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code).
Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less bandwidth (atau high efficiency bandwidth) karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karena broadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath fading). Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power). Itulah beberapa hal yang sangat mengutungkan dalam TV digital. Keuntungan tersebut menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada TV analog. (httpwww.beritaiptek.comzberita-beritaiptek-2006-01-11-Menyongsong-Era-TV-Digital.shtml.htm).
Kualitas penyiaran TV Digital
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.
Frekuensi TV Digital
Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kamera video.
Keunggulan frekuensi TV Digital
Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.
Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal frekuensi untuk 4 hingga 6 program.
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV, LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.
Manfaat penyiaran TV Digital
  • TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
  • Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
  • Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
  • TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.

Read more: http://ragammaya.blogspot.com/2014/01/sejarah-televisi-dan-perkembangannya.html#ixzz3lxOwGPA1

http://maman48blog.blogspot.co.id/2011/03/sejarah-bentuk-televisi-dari-masa-lalu.html
http://nickyhaeriani.blog.com/tv-digital-vs-tv-analog/