
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi
sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Kata "televisi"
merupakan gabungan dari kata tele ("jauh") dari bahasa Yunani dan visio
("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan
sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media
visual/penglihatan.” (Wikipedia)
Televisi sudah menjadi barang yang wajib dimiliki, Setiap kalangan
sampai ke pelosok negeri telah mengenal media yang satu ini karena
memiliki jangkauan yang luas. Fungsi dari Televisi juga sangat beragam,
seperti sumber informasi, kontrol sosial, media edukasi, sampai media
hiburan.
Perkembangan Televisi pun sangat pesat. Teknologi yang digunakan pada
televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali
ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama. Berikut ini adalah
perkembangan televisi dari masa ke masa.
Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, Televisi mengambil alih perhatian lebih banyak dibandingkan dengan radio.
Di akhir tahun 1950, Sebagian besar orang memiliki Televisi yang
kebanyakan masih menggunakan televisi hitam putih meskipun pada saat itu
televisi berwarna sudah ada.
Pada Tahun 1967 semakin populernya televisi sehingga sudah ada banyak siaran TV berwarna.
Tahun 1970-an Televisi semakin berkembang dengan diperkenalkannya
teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan
untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1980-an Televisi kabel (TV Cable) semakin populer dan menyebar dengan cepat.
Pada tahun 1996 sudah ada 1 juta televisi yang tersebar di seluruh dunia.
Sudah banyak pilihan televisi pada tahun 1990-an yang sangat beragam.
Televisi yang menggunakan teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk
menampilkan gambar di layar adalah televisi yang paling banyak
ditemukan.
Kemudian TV Rear Projection CRT memungkinkan televisi dibuat
dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar
kedalam satu kotak yang nantinya proektor akan memproyeksikan gambar ke
bagian belakang layar.
Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Dengan
bentuknya yang ramping membuat televisi ini menjadi sangat populer saat
itu.
TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran. TV ini mengirimkan
cahaya langsung melalui rangkaian polarizer (sejenis cahaya filter yang
digunakan untuk mengatur gelombang cahaya ke jalur tunggal untuk
refleksi) sebelum diperbesar dan diproyeksikan ke layar. Meskipun
kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat
mahal.
TC LCD juga ikut berkompetisi pada tahun akhir 1990-an. TV jenis ini
memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan TV plasma
dan juga lebih hemat energi.
Pada tahun 1998, HDTV mulai diluncurkan. TV jenis ini dapat menghasilkan gambar dan suara yang sangat jernih.
Pada tahun 1999, diluncurkan DVR (Digital Video Recorder) diluncurka untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi ke dalam hard drive.
TV LED berbasis DLP HDTV pertama di produksi pada tahun 2006. Teknologi
DLP menggunakan cermin yang terbuat dari aluminium untuk memantulkan
cahaya dan menghasilkan gambar. TV ini lebih murah dibandingkan dengan
TV plasma ataupun TV LCD.
Kemudian TV Plasma tersedia dengan kualitas HD (High Definition). Salah satunya TV Plasma dengan ukuran layar 150 inch
Pada tahun 2007, Apple meluncurkan Apple TV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program televisi, Film, Video Youtube dan masih banyak lagi.
Kemudian Microsoft inc. memberikan pilihan Windows XP Media Center
Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik dan foto
dari komputer ke TV.
Bahkan TV juga dapat masuk ke dalam video game, Seperti Xbox 360. Dengan
menggunakan Netflix memungkinkan streaming video dan acara TV favorit
dari Xbox 360.
Dan yang paling baru saat ini adalah TV dengan teknologi 3D. TV 3D
menjadi sangat populer saat ini karena selain dapat menghasilkan gambar
yang sangat jernih TV jenis ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi
sehingga seolah olah gambar yang dihasilkan nyata dan berada tepat
didepan penontonnya.
Itulah perkembangan televisi dari masa ke masa. Jika melihat beberapa
dekade ka belakang Perkembanga televisi sangat terasa dari pertama kali
ditemukannya hingga sekarang. Seperti apa Televisi pada 10 atau 20 tahun
mendatang? kita lihat saja perkembangannya karena teknologi televisi
akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
televisi
ini ditemukan pada tahun1935...Tampilan screen televisi pertama
mempunyai mesin kecil dengan disk yang berputar dan sebuah lampu neon,
yang saling bekerjasama untuk memberikan gambar remang2 yang berbentuk
setengah dari ukuran kartu nama!! Pada masa ini disebut juga dengan
istilah “Mechanical Television Era”.
televisi ini digunakan pada tahun 1935 – 1941
Pada masa ini, sejarah televisi meliputi bahan-bahan yang berkaitan dengan televise, seperti tahun 1939 yaitu pada Pekan Raya Dunia yang berlangsung singkat dan ganjil dan akhirnya tidak sesuai/pas dengan kategori yang sudah tersedia.
Pada masa ini, sejarah televisi meliputi bahan-bahan yang berkaitan dengan televise, seperti tahun 1939 yaitu pada Pekan Raya Dunia yang berlangsung singkat dan ganjil dan akhirnya tidak sesuai/pas dengan kategori yang sudah tersedia.
Masa
Perang : Pada masa ini, siaran televise dunia dibatasi atau
diberhentikan seluruhnya. Negara yang sangat drastis terkena dampaknya
adalah Inggris, yang siaran televisinya dimatikan sejak September 1,
1939 sampai Juni 7, 1946. Kurang lebih 19.000 televisi dioperasikan di
London pada waktu itu. Di Amerika Serikat, siaran iklan tidak terkena
dampaknya hingga tahun 1942.
televisi ini dipakai setelah selesai perang dunia ke dua
1950-1959
: merupakan periode yang menggembirakan bagi dunia pertelevisian. Di
Amerika, Televisi B &W meledakkan inovasi baru dalam abad itu, yaitu
televise berwarna elektronik dan remote controlnya yang diluncurkan,
public menjadi saksi mata beberapa gaya yang diubah dan pengenalan dari
transistor televise. Pada masa ini, televise mengakibatkan anak kecil
menjadi anak remaja yang mulai berpikir dan mencari tahu
dan
pada saat ini lah perkembangan televisi sudah sangat maju...
televisi-teleivisi yang pertama seperti almari sekarang sudah setipis
kertas.
bahkan ada pula yang di letakan di tembok...
bahkan ada pula yang di letakan di tembok...
TV DIGITAL DAN TV ANALOG
1. Pengertian TV Digital dan TV Analog
-
TV Digital
Televisi digital (bahasa
Inggris: Digital Television, DTV)atau penyiaran digital adalah jenis
televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk
menyiarkan sinyal video, audio dan data ke pesawat televisi. TV Digital
bukan berarti pesawat televisinya yang digital, namun lebih kepada
sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih
tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Televisi resolusi
tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi
digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3)
dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. TV digital memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton
melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan
depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah
pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di
-
TV Analog
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog. Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.
Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap gangguan (noise) dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code ).
2. Perbedaan TV Digital dengan TV Analog.
Di
Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat
bahwa teknologi televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal
frekuensi dibandingkan teknologi analog yang selama ini dipergunakan.
Berdasarkan master plan
televisi yang tengah disusun, pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal
frekuensi. 10 kanal frekuensi kini telah dialokasikan bagi televisi
swasta yang telah beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk
televisi lokal, dan dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi
digital harus banyak melakukan adaptasi terhadap jangkauan yang telah
dapat dicapai oleh televisi analog. Penerapan siaran TV digital sebagai
pengganti TV analog pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu
batas waktu cut-off TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di kota besar dan 2020 secara nasional).
Wilayah layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T
sama dengan wilayah layanan TV analog UHF sesuai Keputusan Menteri
Perhubungan No. 76 Tahun 2003. Alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV
digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T
di Indonesia adalah pada band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total
18 kanal) dengan lebar pita masing – masing kanal adalah 8 MHz. Namun,
setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal
lain digunakan di wilayah – wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3
grup kanal frekuensi). TV digital, katanya, memang menuntut
keterlibatan banyak pihak, di antaranya perusahaan seluler, sedangkan
pemerintah berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan sebagai
regulator.
Untuk
menyusun strategi migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan
membentuk Komisi Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan
kalangan lembaga penyiaran. Pada 2004 diharapkan Komisi ini sudah
terbentuk, sehingga sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat
dilakukan.
Perbedaan mendasar antara TV Digital dengan TV Analog
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog
dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem
analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah
dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada
sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai
pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim
tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan
sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi
Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara
dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya
lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan
banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’
melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang
rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital
banyak hal dipermudah.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
3. Dampak yang timbul akibat adanya system siaran digital di Indonesia.
Saat
ini populasi pesawat televisi tidak kurang dari 40 juta unit, dengan
pemirsa lebih dari 200 juta orang, jauh lebih banyak dibandingkan dengan
komputer, misalnya, yang hanya sekitar 5,9 juta unit. Terlihat bahwa
penggemar televisi begitu banyak di Indonesia .
Televisi
adalah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata
tele (jauh) dan vision (tampak) jadi televisi memiliki arti dapat
melihat dari jarak jauh. Penemuan
televisi ini mampu mengubah peradaban dunia. Semua gambar televisi
dibentuk oleh titik tunggal cahaya yang bergerak bolak-balik,
depan-belakang atau atas-bawah, secara cepat pada layar televisi yang
tak tampak oleh mata, sehingga yang terlihat hanyalah rangkaian gambar.
Pada tahun 1884 Paul Nipkow mencetuskan ide tentang pemindaian gambar
dengan cara memecahkanya ke dalam rangkaian titik cahaya yang bergerak
secara linear menyeberangi sudut pandangan. Sinyal televisi bekerja
seperti radio AM, terkecuali dalam penghubung pembawa frekuensi tinggi.
Pada radio dari suara besar ke lembut sedangkan televisi dari terang ke
gelap. Perangkat televisi disinkronisasikan dengan transmiter untuk
menghasilkan pola yang tepat dari sebuah piksel yang akan ditempatkan
pada layar. Televisi ditransmisikan dengan dua pita frekuensi, VHF (very
high frequency) dan UHF (ultra high frequency), dan setiap saluran
memiliki lebar pita keseluruhan mencapai 6 MHz. Jaringan televisi
pertama menggunakan kabel coaxial
dan teknologi gelombang mikro. Pada tahun 1970-an satelit menjadi
standar dalam menghubungkan kabel dan jaringan penyiaran kepada afiliasi
mereka dan untuk mentransmisikan berita lokal dan pergelaran olahraga
ke kantor berita pusat. Saat ini, jaringan serat optik juga ikut
digunakan.
Kemunculan
televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan
konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang
menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit
ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV
digital ini adalah:
-
Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat.
-
Mahalnya perangkat transmisi dan operasional broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi. Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
-
Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding dan equalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
-
Bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini. Dan akses pada spektrum frekuensi
-
Bagaimanapun pada era penyiaran digital telah terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital, ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi menjadi semakin mudah dan terbuka
-
Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
-
Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Televisi
di Indonesia telah menjadi alat penting baik untuk hiburan maupun untuk
mendapatkan informasi. Baik televisi digital maupun analog dalam
penyiarannya memiliki kesamaan yaitu memiliki dampak psikologis terhadap
penontonnya. Dengan frekuensi menonton yang tinggi dan kualitas
tontonan yang rendah akan berdampak buruk baik pada orang dewasa maupun
pada pada anak – anak.
Sistem penyiaran TV Digital
penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang
dikembangkan di pertengahan tahun 90an dan diujicobakan pada tahun 2000.
Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV
secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus
ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV
Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang
mengoperasikan.
Dampak Penyiaran TV Digital
Dampak PositifBanyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
• Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
• Pengurangan terhadap efek noise,
• Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
• mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
• Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
Dampak Negatif
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
• Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
• Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
• Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
• Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
4. Bagaimana Pendapat tentang Prospek masa depan penyiaran televisi dikaitkan dengan adanya digitalisasi system siaran televisi
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya
kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi
teknologi. Namun transisi dari perpindahan TV Analog ke TV Digital
tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna yang
berbeda-beda.
Transisi
dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital
membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran
televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV
digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog,
penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box).
Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital
akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian
pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi
digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog
dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa
terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko
kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat.
Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan
perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat
mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat
menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur
televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan
dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat
memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini
seperti studio,
bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator
televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV
digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada
akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang
berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital
dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Kelebihan TV Digital
Televisi
digital sudah bukan barang baru untuk saat ini. Walaupun begitu
televisi digital bukan berarti pesawat TV-nya yang Digital, melainkan
lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin
yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code).
Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less bandwidth (atau high efficiency bandwidth) karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karena broadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath fading). Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power).
Itulah beberapa hal yang sangat mengutungkan dalam TV digital.
Keuntungan tersebut menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat
jauh lebih bagus daripada TV analog.
(httpwww.beritaiptek.comzberita-beritaiptek-2006-01-11-Menyongsong-Era-TV-Digital.shtml.htm).
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang
jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi
digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat
penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi.
TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi. Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.
Frekuensi TV Digital
Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita
frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital
adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz
untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang
sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga
8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi
sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh
sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga
daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan
suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kamera video.
Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode
koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh
lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog.
Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal frekuensi untuk 4 hingga 6 program.
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem
penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV
Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya
seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan
untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul
Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit
untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi
penghitungan suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah
dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV, LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.
Manfaat penyiaran TV Digital
-
TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
-
Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
-
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
-
TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.
Read more: http://ragammaya.blogspot.com/2014/01/sejarah-televisi-dan-perkembangannya.html#ixzz3lxOwGPA1
http://maman48blog.blogspot.co.id/2011/03/sejarah-bentuk-televisi-dari-masa-lalu.html
http://nickyhaeriani.blog.com/tv-digital-vs-tv-analog/

























Tidak ada komentar:
Posting Komentar